Rabu, 24 Oktober 2007

Fir’aun di Bulan Ramadhan


Raja Mesir alias Fir’aun (Pharaoh) muncul di Arraya pada Ramadhan tahun ini! Sosok yang sangat ditakuti di seantero Mesir pada masa peradaban kuno ini muncul dalam wujud SPHINX. Siapakah sebenarnya sosok ini?Apa yang ia lakukan di Arraya pada bulan Ramadhan tahun ini?

Langit Arraya tampak indah sore itu, putih semburat biru. Aku melangkah masuk pelataran parkir mall yang terkenal dengan harga-harga selangitnya ini diiringi tamparan halus angin sore yang menyambar-nyambar jaket biruku. Selanjutnya, aku memasuki sejumlah barisan stand makanan dan minuman yang sebelumnya disambut oleh sebuah papan petunjuk bertuliskan Plaza Arraya dePalm ”Ngabuburit Asyik” bernuansa hijau-kuning. Dengan kadar keramaian yang masih sedikit, aktivitas jual-beli tetap terlaksana. Sejumlah wanita cantik yang nampaknya masih berstatus mahasiswi terlihat getol menawarkan dagangan mereka. Lumpia, bakso, ta’jil, kurma, sate, hingga makanan Jepang semacam onigiri juga turut meramaikan meja-meja stand. Ada pula panggung berikut MCnya, komunitas costplay ”KOSUKI” dengan berbagai keunikan mereka, dan tak ketinggalan pula para waiter-waitress muda yang lalu-lalang melayani pembeli dengan kostum yang beragam di tiap-tiap stand.

Langit semakin temaram. Sore mulai beranjak petang. Arraya mulai dipenuhi orang-orang yang ngabuburit. Aku terus menyusuri deretan stand yang terus mengeluarkan aroma pengundang selera. Akhirnya, langkahku terhenti di depan sebuah stand bergambar wajah Fir’aun. Stand ini berlokasi di sebelah stand Jaintland sekaligus di bawah naungan sebuah tenda makanan besar warna jingga berlabel “SOSRO”. Wah, ternyata Fir’aun tidak hanya ada di Mesir saja, namun di Indonesia juga, bahkan kini muncul di Plaza Arraya! Namun uniknya, Fir’aun yang satu ini tidak menakutkan, justru mengundang lidah untuk bergoyang. Ya, stand ini bernama Dapur SPINX yang diambil dari kata SPHINX, yakni bangunan berbentuk tubuh singa dan berkepala Fir’aun yang menurut sejarah peradaban kuno dikenal sebagai bangunan penjaga makam Fir’aun yang biasanya dibangun depan pyramid-pyramid di Giza.


Berani coba tampil beda rasa

Sesuai namanya yang mengandung unsur Timur Tengah, menu yang ditawarkanpun berbau Timur Tengah pula. Menurut Bram, pemilik stand ini, Dapur SPINX mencoba melakukan gebrakan baru tentang menu masakan di Malang. Dengan motto ”Berani coba tampil beda rasa”, Bram mencoba menawarkan cita rasa khas Timur Tengah pada lidah masyarakat Malang. Dengan bumbu yang diracik berdasarkan eksperimen pribadi, pemuda asli Malang ini mengaku tidak menemui kendala dalam hal pengolahannya. Menu semacam sate kambing Abu Nawas yang dipatok dengan harga 15 ribu rupiah serta roti Maryam berbagai rasa yang dapat dibeli dengan kocek 7500 saja terbukti menjadi menu paling laris di stand kecil ini. Berdasarkan eksperimen tersebut, stand makanan yang merupakan cabang dari Warung Subuh ini dikenal sebagai kedai ada-ada, kedai macam-macam dan kedai coba-coba karena memang resep masakannya merupakan hasil ekperimen sendiri yang berusaha mengadaptasi makanan Timur Tengah dan menyajikannya dengan selera khas Nusantara. Menu-menu yang disajikan antara lain: Hot Romance (Rp 13000,00); Gule Mekkah (Rp 10000,00); Nasi Irak (Rp 8000,00); Nasi Buah (Rp 10000,00); Roti Maryam (Rp 7500,00); Roti Maryam berbagai rasa (Rp 10000,00) serta Paket Perang Teluk (PAHE) yang terdiri dari sate, gule dan roti Maryam dipatok dengan harga paling mahal, yakni Rp 22000,00. Desain stand juga sengaja dibuat beda. Etalase kaca tempat bahan makanan sengaja dikosongkan dan hanya diisi tumpukan piring, kecap dan serbet.

Usaha keluarga

Gule Mekkah dan nasi Irak merupakan dua menu andalan Dapur SPINX. Menurut Bram, gule Mekkah merupakan resep peninggalan keluarga dari warung sate/gule Manalagi yang sangat terkenal di tahun 70-an yang belum sempat dipromosikan, dan saat ini mengalami pengolahan dan penyempurnaan sehingga memiliki berbagai rasa yang sangat spesial seperti pedas, asin, asam dan manis. Sedangkan nasi Irak terinspirasi oleh keistimewaan daging kambing yang dipadukan dengan resep masakan Timur Tengah dan diproses ala masalakan khas Nusantara untuk memenuhi selera masyarakat Indonesia. Pemilihan nama nasi Irak terinspirasi dari seringnya berita-berita di negara tersebut sehingga menjadi topik utama (headline) di berbagai media massa. Adapun keistimewaan nasi Irak adalah mengandung komposisi keju, daging cincang olahan (kufta), kismis dan srundeng.

Bram merintis usaha warung masakan Timur Tengah mulai tahun 2004. Bersama kerabatnya, ia mendirikan Warung Subuh yang terletak di daerah Dieng. Usaha yang terhitung baru tersebut mulai membawa hasil. Menurut penuturan Robin, salah satu kerabat Bram yang turut membantu berjualan di dapur SPINX, pendapatan harian dapat mencapai angka ratusan ribu rupiah. Hari Sabtu yang biasanya ramai pembeli, angka ini dapat melejit hingga 500 ribu rupiah. Sedangkan untuk Warung Subuh, angka ini dapat lebih tinggi lagi. Seperti yang telah ditegaskan Bram, warung Subuh merupakan induk Dapur SPINX. Sedangkan stand yang bernama Dapur SPINX ini hanyalah bentuk keikutsertaan pengelola warung Subuh untuk meramaikan event ”Ngabuburit Asyik” di Arraya yang dilaksanankan setiap tahun pada bulan Ramadhan (mulai 13 September hingga 11 Oktober 2007) sekaligus upaya untuk mempromosikan warung Subuh dan masakan Timur Tengah pada warga Malang raya.

Tak terasa, bedug maghrib telah terdengar. Saatnya mengakhiri perjuangan dari terbit fajar hingga terbenam matahari untuk masyarakat muslim. Alhamdulillah, dua teguk teh NU Green Tea dingin terasa segar melewati kerongkongan. Sambil membatalkan puasa, kulirik Dapur SPINX, dua karyawannya terlihat sibuk melayani pesanan yang seabrek, begitu pula stand-stand yang lain. Sekitar pukul enam lebih, aku meninggalkan keramaian tersebut dan menuju mushola terdekat untuk shalat maghrib. (Enik Sulistyawati)

1 komentar:

admin mengatakan...

mbak enikz pa kabar. Ni mbak enik yang dari AR ya . . . ini dari AR 060 Kafi. Salam