Selasa, 30 Oktober 2007

Komunikasi Massa


1. Definisi Komunikasi Massa

Ada beberapa definisi mengenai komunikasi massa, antara lain:

  1. DeFleur dan McQuail. Komunikasi massa adalah suatu proses melalui mana komunikator-komunikator menggunakan media untuk menyebarluskan pesan-pesan secara luas dan terus-menerus menciptakan makna-makna serta diharapkan dapat mempengaruhi khalayak yang besar dan beragam dengan melalui berbagai macam cara.
  2. De Vito. Komunikasi massa adalah milik umum, setiap orang dapat mengetahui pesn-pesan komunikasi melalui media massa, karena komunikasi berjalan cepat maka pesan yang akan disampaikan kepada khalayak silih berganti tanpa selisih waktu. (Tentang Komunikasi, http://totohernawo.blog.m3-access.com/posts/11668_Tentang-Komunikasi.html)
  3. Bitter. Komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah orang besar.
  4. Gerbner. Komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinu serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat individu.
  5. Rakhmat. Komunikasi massa dalah jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim, melalui media cetak atau elektronik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat.
  6. Severin dan Tankard, Jr. Komunikasi massa adalah sebagian ketrampilan, sebagian seni dan sebagian ilmu.
  7. Littlejohn. Komunikasi massa adalah proses dimana organisasi media membuat dan mentransmisikan pesan kepada khalayak (massal) dan proses bagaimana pesan itu dicari, digunakan, dipahami dan dipengaruhi oleh audiens.(Theories of Human Communication, 2002: 303)

Dari berbagai definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa komunikasi massa adalah komunikasi yang menggunakan media massa, baik cetak (surat kabar, majalah) atau elektronik (radio, televisi), yang dikelola oleh suatu lembaga yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar di banyak tempat, anonim dan heterogen.

2. Perkembangan Komunikasi Massa

Dalam teori transisi, De Fleur membagi perkembangan komunikasi massa dalam beberapa tahapan (Winarni, 2005:6-7), yaitu:

  1. Abad penggunaan isyarat dan lambang-lambang

Masa ini dimulai dengan penggunaan isyarat atau tanda-tanda dan perlambangan oleh manusia dalam berhubungan dengan masa lalu. Pada masa ini manusia mengenal cara-cara yang sangat sederhana dalam berkomunikasi dengan orang lain. Manusia masih belum bisa berbicara karena belum ada pengaturan sistem bunyi, sistem berbahasa yang memberikan lambang sebagai wakil konsep suatu pesan. Dalam berhubungan dengan orang lain, manusia menggunakan beberapa standar isyarat dan lambang yang telah disepakati untuk kemudian dipertahankan sebagai wahana dalam berkomunikasi.

Cara berkomunikasi dilakukan dengan cara gerakan tangan, volume suara atau tanda-tanda lain yang mampu dijadikan alat mempertukarkan informasi yang berkaitan dengan keperluan mereka.

  1. Abad berbicara dan penggunaan bahasa

Sekitar 300.000 tahun s.d. 200.000 tahun sebelum masehi mulai lahir embrio kemampuan untuk berbicara dan berbahasa secara terbata-bata dalam kelompok masyarakat tertentu (homo sapiens).

Penggunaan media berbicara dengan berbahasa itu belum diubah dalam bentuk perlambangan bahasa. Misalnya huruf yang mewakili satu konsep bunyi ujaran. Jadi prinsip komunikasi melalui ujaran merupakan satu ciri yang sangat istimewa.

  1. Abad penggunaan media tulisan

Sekitar 5.000 tahun sebelum masehi, manusia mulai memsasuki abad yang mengenal dan menggunakan media komunikasi tulisan. Hal ini ditandai dengan ditemukannya tulisan di beberapa tempat, seperti: Cina, Mesir, dan Mesopotamia. Ada 3 hal penting pada masa ini:

    1. Pictographics: Masa penggunaan pesan melalui gambar-gambar.
    2. Phonetic: Diperkenalkannya sistem bunyi ujaran dalam bentuk perlambangan bahasa atau huruf.
    3. Hieroglyph: Diperkenalkannya huruf-huruf (terdapat di dalam peradaban Mesir Kuno).

Tradisi tulis-menulis ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

a. Sistem komunikasi: Hal ini terkait dengan pengoperan lambang-lambang dan penyebarluasan pesan secara tetap, dimana jumlah pesannya teratur dan jumlahnya tertentu.

b. Sistem produksi pesan: Hal ini terkait dengan pengaturan pesan yang relatif tetap penggunaannya dan dalam jumlah besar.

c. Sistem pengawasan sosial: Dimana manusia mencatat berbagai peraturan, pelanggaran terhadap peraturan dan pemberian sanksi.

  1. Abad penggunaan media elektronik dan media baru

Abad ini ditandai dengan populernya konsep Global Village Marshall McLuhan di tahun 60-an. Dengan adanya media massa semacam ini, batas-batas demografis menjadi pudar.

Seiring dengan berjalannya waktu, muncul pula media baru yang sering kita kenal dengan istilah internet yang semakin mempermudah kita dalam mengakses informasi dari belahan bumi manapun.

3. Fungsi Komunikasi Massa

Menurut Harold Lasswell (dalam Sanford B. Wienberg :1980), fungsi komunikasi massa meliputi:

  1. The surveillance of the environment, yaitu mengamati lingkungan. Mengamati dalam konteks ini juga dapat diartikan sebagai kontrol sosial.
  2. The correlation of the part of society in responding to the environment, yaitu mengadakan korelasi antara informasi dan data yang diperoleh dengan kebutuhan khalayak sasaran, karena komunikator lebih menekankan pada seleksi evaluasi dan interpretasi. Media merangkum realitas yang sangat kompleks, mampu menghubungkan antara individu dengan realita sosial yang lebih luas sehingga dapat memperluas pengalaman secara simbolik (tidak langsung).
  3. The transmission of the social heritage from one generation to the next, maksudnya ialah media mampu menyalurkan informasi berupa nilai-nilai budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya, karena informasi tersebut terdokumentasi dalam media.

4. Bentuk-bentuk Komunikasi Massa

Bentuk-bentuk komunikasi massa atau media komunikasi antara lain:

  1. Pers cetak

Bentuk yang satu ini memiliki ciri khas dibanding media massa lainnya. Meskipun merupakan media cetak, namun khalayak yang diterpa bersifat aktif.

  1. Radio

Radio merupakan media massa elektronik yang bersifat audio (didengar).

  1. Televisi

Media ini merupakan bentuk komunikasi massa yang paling populer. Televisi memiliki kelebihan dari media massa lainnya, yaitu bersifat audio visual (didengar dan dilihat), sehingga pengaruh yang disebarkan makin besar pula serta lebih efektif.

  1. Film bioskop

Media ini memiliki fungsi dan sifat mekanik/nonelektronik, rekreatif, edukatif, persuasif atau noninformatif.

  1. Internet

Internet merupakan media baru dimana khalayak dapat memilih sesuka hati informasi yang mereka sukai. Internet merupakan media massa, meskipun bersifat interaktif.

Best I ever Had – Vertical Horison


So you sailed away
Into a grey sky morning
Now I’m here to stay
Love can be so boring

Nothing’s quite the same now
I just say your name now

Chorus

But it’s not so bad
You’re only the best I ever had
You don’t want me back
You’re just the best I ever had

So you stole my world
Now I’m just a phony
Remembering the girl
Leaves me down and lonely

Send it in a letter
Make yourself feel better

And it may take some time to
Patch me up inside
But I can’t take it so I
Run away and hide

And I may find in time that
You were always right
You’re always right

Back to *

What was it you wanted
Could it be I’m haunted

Back to Chorus

The best I ever had
The best I ever

Orang yang Takkan Kembali

Dan Atlantis yang tenggelam di balik sudut senja sang Ra

Kata Plato, Boleh jadi engkau telah memikirkannya baik-baik

Tentang kala yang mungkin datang, engkau yang menginginkannya

Pada kelabilan dan kanak-kanak masa jura

Sudah, kilau modernitas menguak apa yang mungkin

Kejanggalan Atlantis hanya dongeng yang perlu dimuseumkan

Sekarang tinggal nisan bertaut

Cuma imajimu luaskan semua

Babak yang silih berganti, pragmatisme berontak bersama keserakahan

Pudarnya Atlantis cuma sebiji atom

Digilas modernitas, kilau kota-kota baru

Menggantang asap, mengingatnya kembali

Hari api terbalut religi

Meramal buntalan klimaks

Nestapa tak dinyana, sepotong realita menyakitkan

Atlantis cuma fragmen kenangan

Jika Hammurabi masih merajai

Jika Van Gogh urung potong kupingnya sendiri

Jika Ptolemeus akui temuan Galileo

Hanya jika…….

Layaknya musykil mengharap orang yang takkan kembali

By. Nick’s

Mo balik ke Malang, 14 Mei 2007

Senin, 29 Oktober 2007

Kamera

Pada dasarnya kamera adalah sebuah alat yang dapat membuat gambar dari sebuah obyek yang dibiaskan melalui sebuah lensa kepada film yang ada di belakangnya. Gambar yang terdapat pada film disebut latent image. Dalam bemerapa hal kamera foto memiliki prinsip kerja yang sama dengan indra mata. Di dalam mata terdapat bola mata yang bening dan di belakangnya terdapat kornea yang memberi kemungkinan untuk memfokuskan bayangan benda yang kita lihat. Seperti halnya lensa kamera yang memfokuskan bayangan benda pada film.

Untuk memproduksi hasil foto yang baik, kita terlebih dahulu harus mengetahui bagian bagian terpenting dari sebuah kamera serta cara kerja masing-masing komponen tersebut.

a. Tipe-Tipe Kamera

1. Kamera otomatis (kamera saku), setengah maupun full otomatis

Kamera otomatis dapat melakukan hal-hal sebagai berikut:

§ Mengatur asa dengan sendirinya

§ Shutter speed tetap , tidak berubah-ubah

§ Diagfragma diatur oleh mekanisme yang digabungkan dengan pengatur cahaya

§ Lampu kilat tidak perlu diatur secara khusus

Keuntungan kamera full otomatis

§ Tidak perlu mengatur diafragma

§ Tidak perlu mengatur speed rana

§ Mudah digunakan

§ Tidak perlu memfokuskan gambar

§ Tidak perlu pengaturan khusus dengan menggunakan kamera kilat

Kerugian kamera full otomatis:

§ Karena speed rana tidak bisa diatur maka tidak mungkin membuat foto dengan efek khusus, seperti blured misalnya.

§ Pada cuaca atau ruangan agak gelap , diafragma terkecil tidak mampu membuat gambar

§ Sulit menentukan ruang tajam

§ Dalam ruang yang gelap harus menggunakan lampu

2. Kamera DLR (Dual Lens Reflex) 35 mm

Mempunyai jendela pembidik (view finder) yang tidak berhubungan dengan lensa sebernarnya sehingga dapat menimbulkan paralax ( perbedaan antara apa yang dilihat oleh mata melalui jendela bidik dengan apa yang ditangkap film)

3. Kamera SLR (Single Lens Reflex) 35 mm

Dijelaskan pada bagian pengenalan bodi kamer

4. Kamera SLR (Single Lens Reflex) 120 mm

Sama dengan kamera SLR 35 mm, kecuali ukuran film dan view findernya tidak memiliki prisma pembalik

5. Kamera TLR (twin Lens Reflex)

Mempunyai dua pendukung lensa , lensa atas adalah view finder terbalik dan lensa bagian bawah adalah lensa pengambil gambar (taking lens), format film besar, sering juga terjadi parallax

6. Kamera polaroid

Adalah kamera langsung jadi yang merupakan kamera full otomatis

7. View kamera

Mempunyai format film besar. Didesain khusus untuk berdiri diatas tripod dan untuk pemotretan hasil yang detail

8. kamera stereo

mempunyai dua lensa atau lebih yang berkemampuan merekam obyek sebagai bayangan tiga dimensi

b. Pengenalan body kamera SLR (Single Lens Reflex)

Kamera SLR adalah kamera yang sering digunakan untuk belajar fotografi. Komposisi gambar yang dihasilkan sangat jelas antara gambar bidik dan gambar jadisehingga tidak terjadi parallax. Kamera SLR merekam gambar sesuai degan aslinya, maka sering disebut “ What you see is what you get” . Kamera SLR juga menggunakan anterchangable lens atau lensa yang dapat ditukar.

Bagian Umum Kamera SLR.

1. Jendela bidik/ view finder, berfungsi sebagai jendela untuk melihat obyek yang akan difoto

2. Skala kecepatan/Shutter speed, berfungsi untuk mengatur kecepatan membuka dan menutupnya rana.

3. Skala penunjuk ASA film, berfungsi untuk menunjukkan asa film yang dipakai .

4. tombol penembak /shutter relase, berfungsi untuk menembak secara menual

5. tombol penembak / shutter relase otomatis

6. Tuas untuk memajukan film / film advance lever

7. Tuas untuk menggulung film

8. lubang untuk memasukkan kabel sinkronisasi, berfungsi untuk menghubungkan kamera dengan flash

9. Tombol pelepas rana berfungsi untuk melepas dan memasang lensa

10. flash hot shoe , berfungsi untuk tempat dudukan flash

11. film counter, yaitu angka yang menunjukan jumlah film yang sudah terpakai

12. tempat baterai untuk body kamera

13. Tombol pelepas film

14. cermin berfungsi sebagai pemantul bayngan obyek ke view finder

15. Rana, fungsinya membuka dan menutup pada saat shutter relase ditekan

Prinsip Kerja Kamera SLR

1. Cahaya masuk melalui lensa

2. Sebelum rana dibuka , cahaya dipantulkan cermin menuju penta prisma untuk dibalikkan, karena bayangan yang masuk ke dalam kemera dalam keadaan terbalik dari gambar sesungguhnya

3. pada saaat rana dibuka, secara bersamaan diafragma menutup keposisi yang telah ditentuan, cermin menutp dan rana membuka sesuai dengan lamanya kecepatan rana yang ditentukan

4. Cahaya seterusnya menuju ke film dan terekam oleh emulsi film

5. posisi cermin, rana dan diafragma kembali ke keadaan semula setelah waktu yang kita atur dalam pengaturan kecapatan rana telah habis

Kelebihan Kamera SLR

1. Komposisi dapat lebih tepat, karena yang nampak pada view finder itulah yang terekam pada film

2. pengturan jarak dan focus lebih teliti

3. karena banyak kepingan lensa yang dipakai, maka lebih mudah pengaturan focus dengan menggerakkan kekanan atau kekiri

4. lensa dapat dengan mudah dilepas dan dapat diganti sesuai dengan kebutuhan

Kekurangan Kamera SLR

1. Suara yang ditimbulkan saat pengoperasian lebih berisik, disebabkan oleh gerakan membuka dan menutupnya cermin

2. Karena komponennya komplek, maka sering terjadi kegagalan dalam pemotretan

3. Harga lebih mahal

4. Sinkronisasi flash hanya dibatasi pada skala shutter speed

Diafragma

Diafaragma adalah daun daun yang terdiri dari 8 lempengan logam tipis yang dapat dilihat dalam lensa. Diafragma berfungsi untuk menciutkan dan melebarkan lensa sehingga besar kecilnya cahaya yang masuk dapat diatur di sini :

Hubungan diafragma adalah sebagai berikut:

- Apabila skala diafragma diperkecil maka lubang atau bukaan lensa menjadi besar maka cahaya yang masuk jadi lebih banyak

- Apabila skala diafragma diperbeasar maka lubang atau bukaan lensa menjadi kecil maka cahaya yang masuk jadi lebih sedikit

Nilai diafragma dinyatakan dengan f/stop dan ditulis dengan f/skala , skala atau angka yang terdapat pada gelang diafragma adalah : 1,4;2,8;4;5,6;8;11;16;22 yang mempunyai arti bahwa lensa tersebut dapat membuka diafragma dengan f/1,4;f/2,8;f/4;f5,6 dan seterusnya

Apabila angka yang dipakai kecil maka bukaan diafragma besar sehingga cahaya yabg masuk semakin sedikit. Demikian pula sebaliknya

Rana

Rana adalah sebuah alat yang mengatur lamanya cahaya yang masuk. Satuan rana adalah second . Pada kamera SLR 1, ½, ¼, 1/8,1/15,1/30,1/601/125, 1/250,1/500, 1/1000,1/2000. dan B(bulb), yang berarti kecepatan rana adalah 1 detik ½ detik dan seterusnya. Sedangkan huruf B pada rana adalah Bulb, yang artinya membukanya rana tergantung lamanya pemotret menekan tombol pelepas rana

View finder

View finder adalah suatu system untuk menentukan jarak antara lensa dengan film sehingga gambar benar-benar tajam. Ini disebabkan karena pembelokan sinar oleh lensa . Seluruh gambar menjadi tajam bila semua sinar dibelokkan kesuatu titik diatas film . View finder memberitahu pemotret apakah gambar telah focus atau belum.

SEJARAH FOTOGRAFI

Sejarah fotografi tidak akan lepas dari penemuan kamera dan film. Dengan penemuan film, kita dapat mereproduksi gambar, dan proses pencahayaan film tersebut terjadi di dalam kamera. Menurut sejarah, prinsip kerja kamera telah ditemukan sejak zaman Aristoteles, bahkan mungkin sebelumnya. Aristoteles mengadakan percobaannya dengan merentangkan kulit yang diberi lubang kecil, digelar di atas tanah dan diberi antara untuk menangkap bayangan matahari. Sehingga cahaya dapat menembus dan memantul di atas tanah dan gerhana matahari dapat diamati. Kemudian penemuan kamera obscura ditemukan oleh Leonardo da Vinci, sorang pelukis dan ilmuwan. Kamera obscura berupa sebuah kamar gelap yang diberi lubang kecil di salah satu sisinya, sehingga seberkas cahaya dapat masuk dan membuat bayangan dari benda-benda yang ada di depannya.

Pada mulanya kamera ini tidak begitu diminati, karena cahaya yang masuk amat sedikit, sehingga bayangan yang terbentuk pun samar-samar. Penggunaannya terutama masih untuk menggambar benda-benda yang ada di depan kamera. Penggunaan kamera ini baru populer setelah ditemukannya lensa pada tahun 1550. Dengan lensa pada kamera ini, maka cahaya yang masuk ke kamera dapat diperbanyak, dan gambar dapat dipusatkan, sehingga menggambar menjadi lebih sempurna.

Tahun 1575, kamera portable yang pertama baru dibuat, dan penemuan kamera ini untuk menggambar makin praktis. Baru tahun 1680 lahir kamera refleks pertama, namun penggunaannya masih untuk menggambar, karena bahan baku untuk mengabadikan benda-benda yang berada di depan lensa selain dengan menggambar masih belum ditemukan. Jadi, pada zaman tersebut, kamera masih dipakai untuk mempermudah dalam menggambar. Dimana hasil dari kamera tersebut masih belum dapat direproduksi, karena belum ditemukannya film negatif. Sejarah penemuan film dimulai ketika orang berusaha untuk dapat mengabadikan benda yang berada di depan kamera, sudah mulai berkembang sejak abad ke-19, dengan adanya penemuan penting oleh Joseph Niepce, seorang veteran Perancis. Ia bereksperimen dengan menggunakan Aspal Bitumen Judea. Dengan pencahayaan 8 jam, ia berhasil mengabadikan benda yang berada di depan lensa kameranya menjadi sebuah gambar pada plat yang telah dilapisi bahan kimia tersebut. Namun melalui percobaaan ini masih belum dapat membuat duplikat gambar Percobaan demi percobaan telah dilakukan untuk menemukan bahan pembuat duplikat gambar, tetapi tetap gagal. Sampai akhirnya Sir Henry Talbott menemukan Callotype dari bahan kertas yang gambar-gambarnya berupa gambar negatif dan dapat direproduksi. Tapi penemuan ini kurang diminati, karena hasilnya kurang tajam. Kemudian lahirlah Collodion, bahan baku fotografi yang diperkenalkan oleh Frederick Scott Archer, dengan menggunakan kaca sebagai bahan dasarnya. Proses ini adalah proses basah. Bahan kimia tersebut dilapiskan ke kaca, kemudian langsung dipasang pada kamera obscura, dan gambar yang dihasilkan lebih baik. Cara ini banyak dipakai untuk memotret di seluruh Eropa dan Amerika, sampai ditemukannya bahan gelatin dan ditemukannya bahan kimia yang dapat digunakan untuk proses kering.

Tahun 1895, George Eastman membuat film gulung (roll film) dengan bahan gelatin, yang dipakai untuk memotret (mengabadikan citra alam) sampai sekarang. Penemuan-penemuan tersebut di atas telah mempermudah kita dalam mengabadikan benda-benda yang berada di depan lensa dan mereproduksinya, sehingga para fotografer, baik amatir maupun profesional dapat menghasilkan suatu karya seni tinggi, tanpa perlu terhalang oleh keterbatasan teknologi.

Rabu, 24 Oktober 2007

Fir’aun di Bulan Ramadhan


Raja Mesir alias Fir’aun (Pharaoh) muncul di Arraya pada Ramadhan tahun ini! Sosok yang sangat ditakuti di seantero Mesir pada masa peradaban kuno ini muncul dalam wujud SPHINX. Siapakah sebenarnya sosok ini?Apa yang ia lakukan di Arraya pada bulan Ramadhan tahun ini?

Langit Arraya tampak indah sore itu, putih semburat biru. Aku melangkah masuk pelataran parkir mall yang terkenal dengan harga-harga selangitnya ini diiringi tamparan halus angin sore yang menyambar-nyambar jaket biruku. Selanjutnya, aku memasuki sejumlah barisan stand makanan dan minuman yang sebelumnya disambut oleh sebuah papan petunjuk bertuliskan Plaza Arraya dePalm ”Ngabuburit Asyik” bernuansa hijau-kuning. Dengan kadar keramaian yang masih sedikit, aktivitas jual-beli tetap terlaksana. Sejumlah wanita cantik yang nampaknya masih berstatus mahasiswi terlihat getol menawarkan dagangan mereka. Lumpia, bakso, ta’jil, kurma, sate, hingga makanan Jepang semacam onigiri juga turut meramaikan meja-meja stand. Ada pula panggung berikut MCnya, komunitas costplay ”KOSUKI” dengan berbagai keunikan mereka, dan tak ketinggalan pula para waiter-waitress muda yang lalu-lalang melayani pembeli dengan kostum yang beragam di tiap-tiap stand.

Langit semakin temaram. Sore mulai beranjak petang. Arraya mulai dipenuhi orang-orang yang ngabuburit. Aku terus menyusuri deretan stand yang terus mengeluarkan aroma pengundang selera. Akhirnya, langkahku terhenti di depan sebuah stand bergambar wajah Fir’aun. Stand ini berlokasi di sebelah stand Jaintland sekaligus di bawah naungan sebuah tenda makanan besar warna jingga berlabel “SOSRO”. Wah, ternyata Fir’aun tidak hanya ada di Mesir saja, namun di Indonesia juga, bahkan kini muncul di Plaza Arraya! Namun uniknya, Fir’aun yang satu ini tidak menakutkan, justru mengundang lidah untuk bergoyang. Ya, stand ini bernama Dapur SPINX yang diambil dari kata SPHINX, yakni bangunan berbentuk tubuh singa dan berkepala Fir’aun yang menurut sejarah peradaban kuno dikenal sebagai bangunan penjaga makam Fir’aun yang biasanya dibangun depan pyramid-pyramid di Giza.


Berani coba tampil beda rasa

Sesuai namanya yang mengandung unsur Timur Tengah, menu yang ditawarkanpun berbau Timur Tengah pula. Menurut Bram, pemilik stand ini, Dapur SPINX mencoba melakukan gebrakan baru tentang menu masakan di Malang. Dengan motto ”Berani coba tampil beda rasa”, Bram mencoba menawarkan cita rasa khas Timur Tengah pada lidah masyarakat Malang. Dengan bumbu yang diracik berdasarkan eksperimen pribadi, pemuda asli Malang ini mengaku tidak menemui kendala dalam hal pengolahannya. Menu semacam sate kambing Abu Nawas yang dipatok dengan harga 15 ribu rupiah serta roti Maryam berbagai rasa yang dapat dibeli dengan kocek 7500 saja terbukti menjadi menu paling laris di stand kecil ini. Berdasarkan eksperimen tersebut, stand makanan yang merupakan cabang dari Warung Subuh ini dikenal sebagai kedai ada-ada, kedai macam-macam dan kedai coba-coba karena memang resep masakannya merupakan hasil ekperimen sendiri yang berusaha mengadaptasi makanan Timur Tengah dan menyajikannya dengan selera khas Nusantara. Menu-menu yang disajikan antara lain: Hot Romance (Rp 13000,00); Gule Mekkah (Rp 10000,00); Nasi Irak (Rp 8000,00); Nasi Buah (Rp 10000,00); Roti Maryam (Rp 7500,00); Roti Maryam berbagai rasa (Rp 10000,00) serta Paket Perang Teluk (PAHE) yang terdiri dari sate, gule dan roti Maryam dipatok dengan harga paling mahal, yakni Rp 22000,00. Desain stand juga sengaja dibuat beda. Etalase kaca tempat bahan makanan sengaja dikosongkan dan hanya diisi tumpukan piring, kecap dan serbet.

Usaha keluarga

Gule Mekkah dan nasi Irak merupakan dua menu andalan Dapur SPINX. Menurut Bram, gule Mekkah merupakan resep peninggalan keluarga dari warung sate/gule Manalagi yang sangat terkenal di tahun 70-an yang belum sempat dipromosikan, dan saat ini mengalami pengolahan dan penyempurnaan sehingga memiliki berbagai rasa yang sangat spesial seperti pedas, asin, asam dan manis. Sedangkan nasi Irak terinspirasi oleh keistimewaan daging kambing yang dipadukan dengan resep masakan Timur Tengah dan diproses ala masalakan khas Nusantara untuk memenuhi selera masyarakat Indonesia. Pemilihan nama nasi Irak terinspirasi dari seringnya berita-berita di negara tersebut sehingga menjadi topik utama (headline) di berbagai media massa. Adapun keistimewaan nasi Irak adalah mengandung komposisi keju, daging cincang olahan (kufta), kismis dan srundeng.

Bram merintis usaha warung masakan Timur Tengah mulai tahun 2004. Bersama kerabatnya, ia mendirikan Warung Subuh yang terletak di daerah Dieng. Usaha yang terhitung baru tersebut mulai membawa hasil. Menurut penuturan Robin, salah satu kerabat Bram yang turut membantu berjualan di dapur SPINX, pendapatan harian dapat mencapai angka ratusan ribu rupiah. Hari Sabtu yang biasanya ramai pembeli, angka ini dapat melejit hingga 500 ribu rupiah. Sedangkan untuk Warung Subuh, angka ini dapat lebih tinggi lagi. Seperti yang telah ditegaskan Bram, warung Subuh merupakan induk Dapur SPINX. Sedangkan stand yang bernama Dapur SPINX ini hanyalah bentuk keikutsertaan pengelola warung Subuh untuk meramaikan event ”Ngabuburit Asyik” di Arraya yang dilaksanankan setiap tahun pada bulan Ramadhan (mulai 13 September hingga 11 Oktober 2007) sekaligus upaya untuk mempromosikan warung Subuh dan masakan Timur Tengah pada warga Malang raya.

Tak terasa, bedug maghrib telah terdengar. Saatnya mengakhiri perjuangan dari terbit fajar hingga terbenam matahari untuk masyarakat muslim. Alhamdulillah, dua teguk teh NU Green Tea dingin terasa segar melewati kerongkongan. Sambil membatalkan puasa, kulirik Dapur SPINX, dua karyawannya terlihat sibuk melayani pesanan yang seabrek, begitu pula stand-stand yang lain. Sekitar pukul enam lebih, aku meninggalkan keramaian tersebut dan menuju mushola terdekat untuk shalat maghrib. (Enik Sulistyawati)

Selasa, 23 Oktober 2007

A Soldier's Poem

A Soldier's Poem by. Muse

Throw that all away
Let's lose ourselves
Cos there's no-one left for us to blame
It's a shame they're all dying

And do you think you deserve your freedom?

How could you send us so far away from home
When you know damn well that this is wrong

I would still lay down my life for you

And do you think you deserve your freedom?
No, I don't think you do

There's no justice in the world
There's no justice in the world
And there never was

To Be With You

To Be With You by. Mr. Big

Hold On Little Girl, Show Me What He's Done To You
Stand Up Little Girl, A Broken Heart Can't Be That Bad
When It's Through, It's Through
Fate Will Twist The Both Of You
So Come On Baby, Come On Over
Let Me Be The One To Show You

#I'm The One Who Wants To Be With You
Deep Inside I Hope You Feel It Too
Waiting On The Line Of Greens And Blues
Just To Be The Next To Be With You

Build Up Your Confidence, So You Can Be On Tough For Once
Wake Up Who Cares About, A Little Boy That Talk Too Much
I've Seen It All Go Down
You Game Of Love Was All Rained Out
So Come On Baby, Come On Over
Let Me Be The One To Hold You
#I'm The One Who....

Why Be Alone If We Can Be Together Baby
You Can Make My Life Worth While
And I Can Make You Start To Smile